Jumat, 13 Mei 2016

Pengurangan Jejak Karbon yang Telah Dilakukan Unilever Indonesia

Sancoyo Antarikso, Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary Unilever Indonesia, menjelaskan Program #beliyangbaik kepada awak media di Jakarta


Program #beliyangbaik merupakan salah satu dari banyak tindakan nyata yang telah dilakukan Unilever Indonesia untuk menjalankan prinsip bisnis yang berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Pada tahun 2014 Unilever telah melakukan berbagai prakarsa yang memberikan hasil nyata dalam pengurangan jejak karbon, antara lain:
  • Menambah prosentase bahan mentah yang berasal dari sumber pertanian yang lestari dan menyejahterakan petani (dari 14% di 2011 ke 48% di 2014).
  • Mengurangi emisi karbon sebesar 21.08% per ton produksi sejak tahun 2008.    
  •  Mengurangi 24.35% konsumsi air per ton produksi sejak tahun 2008.
  •  Mengurangi limbah pabrik sebanyak 79,8% sejak tahun 2008 sampai 2013 hingga mencapai nihil limbah pabrik di tahun 2014.
  •  90% daya beban pengangkutan ditingkatkan untuk mengurangi mengurangi penggunaan BBM, dan mengurangi emisi. 
  •  22% pengurangan armada yang masuk untuk mengantarkan bahan baku dari gudang pusat ke pabrik kami di Cikarang.
  •  50% pengurangan penggunaan listrik di gudang sebagai hasil kebijakan dan kampanye hemat listrik, yang melibatkan karyawan di setiap gudang. 
  •  Mengembangkan 1.272 bank sampah, dengan total sampah terkumpul  sebanyak 3.425 ton.


Kegiatan Konsumen #beliyangbaik untuk Lingkungan Lestari

Suasana di salah satu toko Hypermart (foto:viva.co.id)


Kegiatan dari program #beliyangbaik digelar selama sebulan, mulai 21 April hingga 17 Mei 2016. Konsumen bisa berkontribusi melalui berbagai cara, yakni:


Menulis Tips Inspirasi di Facebook

Menulis tips cara melestarikan lingkungan di kolom comment status Facebook Unilever dengan menambahkan  #beliyang baik. Inspirasi terbaik akan mendapatkan voucher belanja di hypermart senilai Rp100 ribu.


Mengikuti kompetisi #beliyang baik di Hypermart

Setiap konsumen membeli produk Lipton, Bango, Lifebuoy, Pepsodent, Domestos, Dove, Molto, Rinso dan Pure It di Hypermart, secara otomatis ikut mendonasikan Rp1.000 untuk program NEWtrees, yaitu penanaman 10.000 pohon di Cisarua (Jawa Barat), Jogjakarta dan Tulungagung bersama WWF.


Mengikuti Aktivitas di Booth brightFuture di Hypermart

Datang ke booth Unilever brightFuture di lima toko Hypermart di lima kota dan menulis tips bagaimana cara konsumen melestarikan lingkungan. Inspirasi terbaik akan mendapatkan voucher belanja di Hypermart senilai Rp200 ribu dan langsung digunakan di kompetisi belanja di toko tersebut. Pemenangnya mendapat hadiah utama voucher belanja senilai Rp1 juta.


Booth Unilever brightFuture yang mengadakan kompetisi ini terdapat di lima kota, yaitu Hypermart Royal Surabaya, Hypermart Mal Panakukang Makassar, Hypermart Balikpapan, Hypermart Palembang, dan Hypermart Puri Indah Jakarta.

Lima Hal yang Perlu Diketahui Konsumen Sebelum Membeli Produk

Mona Ratuliu, Nola B3, Novita Angie (kiri ke kanan) mewakili kelompok “Mom Sweet Mom".


Program #beliyangbaik mengajak konsumen untuk lebih cermat dalam memilih kebutuhan sehari-hari dengan memperhatikan lima hal sebelum membeli produk, yakni:
  • Apakah fungsi produk sesuai yang dibutuhkan
  • Darimana asal bahan baku yang digunakan
  • Bagaimana proses produksi produk tersebut
  • Bagaimana kontribusi produk terhadap lingkungan dan masyarakat
  • Apakah kemasan produk dapat di daur ulang.

Kelompok Mom Sweet Mom yang diwakili oleh Novita Angie, Mona Ratuliu dan Riafinola sangat antusias mengajak konsumen untuk ikut serta dalam program ini. “Sebagai ibu, kita tentu punya keinginan agar anak-anak kita bisa hidup lebih nyaman dan menikmati lingkungan yang lestari di masa yang akan datang. Dengan memahami lima hal sebelum membeli produk kebutuhan sehari-hari, kami tak sekedar memberikan apa yang dibutuhkan keluarga, tetapi juga telah berinvestasi untuk kelestarian lingkungan demi masa depan yang cerah bagi anak-anak kami.”