Senin, 05 November 2018

Mengenal Allah, ‘Azza Wa Jalla


“Siapakah Tuhanmu?”
 “Tuhanku adalah Allah, yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dialah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.”

 “Semua yang ada selain Allah disebut alam, ada aku adalah salah satu dari semesta alam.”


Melalui apa Anda mengenal Tuhan?
 “Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda  kekuasaan-Nya ialah: malam, siang, matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah: langit dan bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya.”



Firman Allah Ta’ala:
 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang,matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah.” *Surah Fushilat (41) : 37


 “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Tuhan) yang telah menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan, sebagai rejeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” *Surah Al-Baqarah (2) : 21-22



 Ibnu Katsir, seorang ahli ilmu hadist, tafsir, fiqh dan sejarah (701-774 H / 1302-1373 M) menyampaikan: Rahimahullah Ta’ala mengatakan, “Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah.”


Macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain:
  •   Islam (yang dimaksud di sini adalah Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji).
  •  Iman
  •  Ihsan
  •   Doa
  •  Khauf (takut) 
  •  Raja’ (pengharapan)
  • Tawakkal
  •  
Dalil Doa
Firman Allah Ta’ala:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu’. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina.” *Surah Al-Mu’minuun (23) : 11 

 Dalil Khauf (takut)
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman.” *Surah Ali ‘Imraan (3) : 175

Dalil Raja’ (pengharapan)
Barang siapa mengharap  perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” *Surah Al-Kahfi (18) : 110

Dalil Tawakkal (berserah diri)
Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu bertawakkal, jika kau benar-benar orang yang beriman.” *Surah Al Maa ‘idah (5) : 23.

Tingkatan Iman
Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah syahadat “Laa Ilaaha Illallah”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalaah salah satu dari cabang iman.

Tingkatan Ihsan
Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu:
“Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

(Disarikan dari buku saku:
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, berjudul Tiga Landasan Utama)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar