Minggu, 16 Juni 2013

TAK TAKUT NERAKA?


Sejak aku kecil dulu, orang tua sering kali menasehati, kalau tidak mengerjakan salat hukumnya dosa. Kalau berbohong dosa. Kalau melawan orangtua dosa. Berbuat nakal dosa. Dan kalau banyak dosa nanti di hari akherat masuk neraka. 

Sampai sekarang pun anak-anak di sekolah selalu dididik untuk tidak mengatakan “ditakut-takuti” seperti itu: Kalau gak salat hukumnya masuk neraka.

Kenyataannya, manusia banyak yang tak takut neraka. Gak usah bicara penjahat jalanan. Lihat saja para pejabat , anggota dewan, mereka orang-orang pintar, ada yang sehari-hari terlihat alim, tapi ternyata terlibat korupsi juga. Jelas, mereka gak takut neraka.

Itulah kesalahannya. Seharusnya anak-anak sekolah itu gak usah ditakut-takuti: dosa = masuk neraka. Tapi seharusnya diajari untuk bersyukur kepada Allah, sang pencipta alam semesta. Kita mengerjakan salat sebagai rasa syukur atas kehidupan yang telah diberikan-Nya.  Bukan kalau gak salat nanti masuk neraka.

Kita berbuat baik kepada orang lain bukan supaya masuk surga, tapi untuk keharmonisan dalam hidup sesama mahluk sosial.  Kita tidak mencuri atau tidak korupsi bukan untuk menghindari dosa atau masuk surga tapi supaya tidak merugikan orang lain.

Kita mengerjakan ibadah dan perbuatan baik kepada sesama mahkluk bumi ini gak perlu menuntut imbalan pahala dan nanti masuk surga. Tapi memang begitulah seharusnya sebagai mahluk yang berakal. Kalau nantinya di hari akhir diganjar dengan surga berisi bidadari oleh Allah atas ibadah dan perbuatan baik yang kita lakukan selama hidup di bumi, itu adalah bonus dari-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar