Jumat, 09 Juni 2017

Rasakan Keberadaan-Nya

Pegunungan tampak hitam ketika berada jauh, tapi warna pegunungan itu jauh berbeda daripada apa yang kita rasakan dengan indra kita.

Penyebab ilusi ini adalah jarak. Hal yang sama berlaku untuk kebiruan langit. Kita merasakan benda gelap apa pun dengan cara yang sama ketika kita berjauhan dari benda itu. Kondisi ini berlaku juga untuk acuan benda-benda yang memungkinkan. Benda-bena itu tidak memantulkan cahaya mereka sendiri, karena mereka dianggap tidak ada. Benda-benda semacam itu mempunyai kekonstanan abadi dalam kesadaran ilahiah. Selain itu, ketika benda-benda semakin jauh, mereka menjadi semakin kecil, walaupun mereka diterangi. Inilah efek lain jarak terhadap anggapan.

Pada kenyataannya, benda-benda ini lebih besar daripada yang tampak--sama seperti matahari dan bumi. Jagad raya dikenal pada tingkatan bayang-bayang yang dirasakan, sama seperti seseorang tetap tidak dikenal walaupun bayang-bayangnya terlihat. Dengan cara sama, Allah tetap tak terlihat ketika Dia hanya dirasakan dengan merenungkan jagad raya. (Cuplikan "Sang Musafir", Novel Perjalanan Spiritual Ibn'Arabi; o/Sadik Yalsizucanlar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar