Fenomena
Naive Subject merupakan fenomena lonjakan pola konsumsi yang tidak konsisten.
Akibatnya, asupan makanan dan minuman melebihi batasan rata-rata kalori
makanan.
Pola
konsumsi tak konsisten tersebut disebabkan beberapa kondisi yang tak sesuai
dengan standar rata-rata kalori harian. Misalnya pada saat berpuasa, berbuka
puasa, momen hari raya, arisan, resepsi, hingga penerapan program diet yang
kurang terkontrol. Sedangkan, rata-rata asupan kalori harian setiap orang
dewasa adalah 2000 kkal.
Fenomena
asupan makanan tak konsisten ini memicu konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang
berlebihan. Asupan GGL yang berlebihan berakibat timbulnya penyakit tidak
menular (PTM) pada masyarakat.
Dari
berbagai pemberitaan media, menyebutkan bahwa PTM merupakan penyebab kematian
tertinggi di Indonesia, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes melitus, dan
obesitas.
Fenomena
Naive Subject ini merupakan tema bahasan acara Jakarta Food Editor’s Club
(JFEC) yang digelar di Grha Unilever, BSD City, Tangerang, Selasa, 25 Juli lalu. Forum diskusi redaktur pangan dari media
massa di Jakarta ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ketua Umum PERSAGI
Pangan Indonesia Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ms dan Direktur SEAFAST Center Prof.
Dr. Nuri Andarwulan.
Prof.
Andarwulan mengungkapkan, berdasarkan survei SEAFAST Center, ditemukan fakta
bahwa asupan garam dan lemak banyak ditemukan pada makanan siap saji. Sedangkan
asupan gula banyak ditemukan pada pangan olahan.
Untuk
menghindari asupan GGL yang berlebihan dalam pola konsumsi sehari-hari, Prof.
Hardin memberikan tips: “Cerdaslah memilih makanan yang akan kita konsumsi
sehari-hari dan juga pada momen-momen tertentu, seperti pada resepsi. “Kalau
orang mengantre di menu makanan utama, kita bisa memilih buah-buahan terlebih
dulu, yang biasanya sepi,” ujarnya.
Acara ini
diselingi pula dengan demo masak menu praktis untuk keluarga oleh Chef Gungun
dari Unilever Food Solutions (UFS). Chef Gungun menyajikan dua menu yaitu Nasi
Goreng Bayam dan Buavita Mango Feast.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar