Kamis, 22 Juni 2017
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Resmikan Kantor Pusat Baru Unilever
Senin, 19 Juni 2017
Stroke Mata dan Penyebabnya
Rabu, 14 Juni 2017
MANFAAT BELIMBING WULUH
Tanaman Obat Depan Rumah-2
BELIMBING WULUH ATAU SAYUR (Averrhoa Bilimbi)
Manfaat tanaman ini selain sebagai sayur, antara lain, untuk atasi batuk, sakit gigi, dan gejala diabetes.
Juga bisa untuk cegah hipertensi, mengobati jerawat dan menghilangkan panu.
Untuk cegah hipertensi, misalnya, caranya dengan merebus 3 buah yang dicampur 2 gelas air, lalu sisakan setengahnya. Minum 1 X sehari.
Untuk batuk: 6 buah belimbing yg telah dilumat ditambah 1 gelas air dan direbus hingga sisa setengahnya. Minum 2 X sehari.
Selasa, 13 Juni 2017
MAHKOTA DEWA (Phaleria Macrocarpa)
Tanaman Obat Depan Rumahku-1
Tanaman ini banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia, antara lain, sebagai antibakteri, antiperadangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan vitalitas.
Selain itu, juga dapat mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah, diabetes, serta mengurangi kolesterol dalam darah. (dari berbagai sumber)
Cara menggunakannya dengan merebus daging buah yg telah matang (warna merah) dengan diiris-iris.
Misalnya utk diabetes: 5 buah mahkota dewa yg telah diris direbus dalam 5 gelas air, lalu sisakan setengahnya. Minum 3X sehari.
Sabtu, 10 Juni 2017
Unilever Perkenalkan Teknologi Daur Ulang Kemasan Sachet di Indonesia
Unilever memperkenalkan teknologi daur ulang sampah kemasan fleksibel atau kemasan sachet yang dinamakan CreaSolv Process. (CreaSolv adalah merek dagang terdaftar dari CreaCycle Gmbh). Unilever bekerja sama dengan Fraunhofer Institute di Jerman dalam mengembangkan teknologi ini.
Governance and Corporate Affair Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso dalam konferensi pers pengenalan CreaSolv Pocess di Jakarta (17/5/2017) mengatakan, dengan teknologi CreaSolv Process memungkinkan sampah kemasan sachet didaur ulang.
“CreaSolv Pocess ini merupakan tonggak penting bagi Unilever, “ujar Sancoyo, “terutama berkaitan dengan komitmen Unilever untuk mengurangi dampak lingkungan. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik fleksibel.”
Head of Circular Economy, Manufacturing Sustainability and Renewable Energy SEAA Project Unilever Anton Harjanto mejelaskan, lebih dari 60% kemasan fleksibel (lapisan dalam kemasan) terbuat dari polietilena sehingga dalam prosesnya pihaknya fokus mendaur ulang polietilena. Hasilnya berupa biji polietilena film (lapisan plastik) yang dapat digunakan kembali menjadi sachet. Selebihnya (lapisan luar kemasan), berupa residu film, dapat digunakan kembali menjadi berbagai keperluan, seperti palet plastik.
Anton mengatakan, saat ini Unilever telah membuka pabrik percontohan CreaSolv Pocess di Jawa Timur dan akan melakukan percobaan untuk menguji efektifitas teknologi tersebut. Pada tahap awal, teknologi tersebut berpotensi menyerap tiga ton sampah kemasan platik fleksibel bersih per hari. Sementara pada skala komersial, berpotensi mengurangi dampak CO2 sebesar 7.800 ton per tahun utuk tiap unit operasi, setara dengan 8.200 ton plastik fleksibel.
CEO Greeneration Indonesia Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan sampah sachet harus mendapat perhatian khusus. Sebab miliaran kemasan sachet sekali pakai diproduksi setiap tahun, terutama di negara berkembang. Tanpa solusi daur ulang, kemasan sachet berakhir di tempat pembuangan sampah akhir atau sebagai sampah yang mengotori lingkungan, termasuk lautan.
Staf Ahli Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Ilyas Assad, MP, MH, menyambut baik terobosan Unilever untuk mengatasi masalah sampah kemasan sachet tersebut. “Komitmen Unilever terhadap lingkungan sejalan dengan ambisi kami untuk menciptakan Indonesia bebas sampah pada 2020,” ujarnya.
Dengan adanya teknologi daur ulang sampah kemasan sachet tersebut, General Manager Yayasan Unilever Indonesia Sinta Kaniawati mengatakan, pihaknya akan memberdayakan ribuan pemulung dan masyarakat, juga bekerja sama dengan bank sampah, pemerintah, serta pengecer lokal untuk pengumpulan sampah kemasan sachet untuk selanjutnya didaur ulang di pabrik CreaSolv Pocess. Mekanisme tersebut akan diintegrasikan dalam sebuah model yang dapat meningkatkan pendapatan industri daur ulang dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Jumat, 09 Juni 2017
Rasakan Keberadaan-Nya
Pegunungan tampak hitam ketika berada jauh, tapi warna pegunungan itu jauh berbeda daripada apa yang kita rasakan dengan indra kita.
Penyebab ilusi ini adalah jarak. Hal yang sama berlaku untuk kebiruan langit. Kita merasakan benda gelap apa pun dengan cara yang sama ketika kita berjauhan dari benda itu. Kondisi ini berlaku juga untuk acuan benda-benda yang memungkinkan. Benda-bena itu tidak memantulkan cahaya mereka sendiri, karena mereka dianggap tidak ada. Benda-benda semacam itu mempunyai kekonstanan abadi dalam kesadaran ilahiah. Selain itu, ketika benda-benda semakin jauh, mereka menjadi semakin kecil, walaupun mereka diterangi. Inilah efek lain jarak terhadap anggapan.
Pada kenyataannya, benda-benda ini lebih besar daripada yang tampak--sama seperti matahari dan bumi. Jagad raya dikenal pada tingkatan bayang-bayang yang dirasakan, sama seperti seseorang tetap tidak dikenal walaupun bayang-bayangnya terlihat. Dengan cara sama, Allah tetap tak terlihat ketika Dia hanya dirasakan dengan merenungkan jagad raya. (Cuplikan "Sang Musafir", Novel Perjalanan Spiritual Ibn'Arabi; o/Sadik Yalsizucanlar)
